Selasa, 14 Februari 2017

Pramuka 217

Di SMPN 217 Jakarta, sudah mempelajari tentang:
1. Sejarah Kepramukaan
   - Bapak pandu dunia bernama Robert Stephenson Smyth Baden Powel (BP).
   - BP lahir di London, Inggris, pada tanggal 22 Februari 1857.
   - Ayah BP bernama Prof. Domine Baden Powel.
   - BP mempunyai 9 saudara yaitu Agnes, Henrietta, Warington, Augustus,              Frank, Penrose, Baden Fletcher, George dan Jessie.
   - Ayah BP meninggal pada tanggal 11 Juni 1860.
   - Ibu BP bernama Miss. Henritta Grace Smyth.
   - BP mempunyai 3 anak, yaitu:
     1. Peater
     2. Heater
     3. Bettie
   - BP sekolah di Cheater House School
   - BP meninggal di Nyeri, Kenya pada tanggal 8 Januari 1941.

  Buku-buku karangan Baden Powel:
  1.  Scouting For Boys
  2. Rovering To Succes
  3. Aids To Scouting
   - Dan buku yang paling mendorong gerakan pramuka siaga adalah:
      The Jungle Book, Ciptaan Rudyard Kipling.



2. Tri Satya
3. Dasa Dharma
4. Sandi
   a. Sandi A-N
   b. Sandi A-Z
   c. Sandi Kotak 1
   d. Sandi Kotak 2
   e. Sandi Smaphore
   f.  Sandi Morse
   g. Sandi Angka
   h. Sandi Bunga
   i. Sandi Cina
   j. Sandi Jepang 1
   k. Sandi Jepang 2
   l. Sandi Jam

5. Kompas
   Kompas adalah alat untuk menetapkan/mencari arah mata angin.
Ada 2 jenis kompas yaitu:
1. Kompas Magnetik
2. Gyrocompas
   Bagian-bagian kompas:
1. Dial: permukaan yang tertera angka/huruf.
2. Visir: pembidik sasaran.
3. Kaca pembesar: melihat sasaran dan angka pada dial.
4. Jam petunjuk: menunjukan lokasi magnet bumi.
5. Tutup dial: Dengan 2 garis bersudut 45 derajat dan dapat di putar-putar.
6. Alat penggantung: menyangkutkan ibu jari tangan sewaktu-waktu melakukan pembidikan.

6. Panorama
  a. Arsiran miring untuk: pohon, semak, desa, kampung.
  b. Arsiran mendatar untuk: bebatuan, sawah atau ladang.
  c. Arsiran melengkung untuk: pegunungan dan bukit.
  d. Arsiran yang semakin jauh, maka arsirannya dibuat semakin renggang.

7. P3K
   P3K adalah pertolongan pertama pada kecelakaan.
Tujuan P3K adalah meringankan penderitaan si korban, mencegah pendarahan dan infeksi, mencegah bahaya cacat dan kematian.
Tujuan utama PPGD: penyelenggaraan PPGD bukan berarti mengobati korban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar