Selasa, 14 Februari 2017

Tragedi 11 September 2001

Serangan 11 September 2001

Dari atas ke bawah: World Trade Center terbakar; bagian The Pentagon runtuh; Penerbangan 175 menabrak 2 WTC; pemadam kebakaran meminta bantuan di Ground Zero; mesin Penerbangan 93 diangkat; Penerbangan 77 menabrak Pentagon.
Lokasi New York City; Arlington County, Virginia; dan dekat Shanksville, Pennsylvania.
Tanggal Selasa, 11 September 2001
08:46 – 10:28 (UTC-4)
Jenis serangan
Pembajakan pesawat, pembunuhan massal, serangan bunuh diri, terorisme
Korban tewas
2.977 orang (+ 19 pembajak)
Korban luka
Lebih dari 6.000 orang
Pelaku Al-Qaeda dipimpin oleh Osama bin Laden[1]
(lihat pula Pertanggungjawaban dan Pembajak)
Serangan 11 September (disebut September 11, September 11th atau 9/11),[nb 1] adalah serangkaian empat serangan bunuh diri yang telah diatur terhadap beberapa target di New York City dan Washington, D.C. pada 11 September 2001. Pada pagi itu, 19 pembajak dari kelompok militan Islam, al-Qaeda, membajak empat pesawat jet penumpang.[2][3] Para pembajak sengaja menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York City; kedua menara runtuh dalam kurun waktu dua jam. Pembajak juga menabrakkan pesawat ketiga ke Pentagon di Arlington, Virginia. Ketika penumpang berusaha mengambil alih pesawat keempat, United Airlines Penerbangan 93, pesawat ini jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania dan gagal mencapai target aslinya di Washington, D.C. Menurut laporan tim investigasi 911, sekitar 3.000 jiwa tewas dalam serangan ini.[4][5][6]

Dugaan langsung jatuh kepada al-Qaeda, dan pada 2004, pemimpin kelompok Osama bin Laden, yang awalnya menolak terlibat, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.[1] Al-Qaeda dan bin Laden juga mengatakan dukungan AS terhadap Israel, keberadaan tentara AS di Arab Saudi, dan sanksi terhadap Irak sebagai motif serangan ini. Amerika Serikat merespon serangan ini dengan meluncurkan Perang Melawan Teror dengan menyerang Afghanistan untuk menggulingkan Taliban yang melindungi anggota-anggota al-Qaeda. Banyak negara yang memperkuat undang-undang anti-terorisme mereka dan memperluas kekuatan penegak hukumnya. Pada Mei 2011, setelah diburu bertahun-tahun, Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa bin Laden ditemukan dan ditembak mati oleh marinir AS, walaupun belum ada bukti yang dipublikasikan yang menyatakan kematian tersebut dengan gamblang.

Kehancuran ini mengakibatkan dampak serius terhadap ekonomi Lower Manhattan.[7] Pembersihan lahan World Trade Center selesai dilaksanakan pada Mei 2002. National September 11 Memorial & Museum dijadwalkan dibuka pada 11 September 2011. Di dekat tugu peringatan ini terdapat One World Trade Center setinggi 1,776 feet (541 m) yang diperkirakan selesai tahun 2013.[8] Pentagon diperbaiki dalam kurun satu tahun, dan Pentagon Memorial dibuka di sebelah gedung ini pada tahun 2008. Pembebasan tanah untuk Flight 93 National Memorial dilakukan pada November 2009, dan tugu peringatan ini dibuka secara resmi pada 10 September 2011.[9][10]

Serangan

Penyerang

Pasca serangan

Daftar pelaku pembajakan pesawat dalam serangan 11 September

Teori yang bertentangan

Korban

Catatan kaki

Referensi

Pranala luar

Pramuka 217

Di SMPN 217 Jakarta, sudah mempelajari tentang:
1. Sejarah Kepramukaan
   - Bapak pandu dunia bernama Robert Stephenson Smyth Baden Powel (BP).
   - BP lahir di London, Inggris, pada tanggal 22 Februari 1857.
   - Ayah BP bernama Prof. Domine Baden Powel.
   - BP mempunyai 9 saudara yaitu Agnes, Henrietta, Warington, Augustus,              Frank, Penrose, Baden Fletcher, George dan Jessie.
   - Ayah BP meninggal pada tanggal 11 Juni 1860.
   - Ibu BP bernama Miss. Henritta Grace Smyth.
   - BP mempunyai 3 anak, yaitu:
     1. Peater
     2. Heater
     3. Bettie
   - BP sekolah di Cheater House School
   - BP meninggal di Nyeri, Kenya pada tanggal 8 Januari 1941.

  Buku-buku karangan Baden Powel:
  1.  Scouting For Boys
  2. Rovering To Succes
  3. Aids To Scouting
   - Dan buku yang paling mendorong gerakan pramuka siaga adalah:
      The Jungle Book, Ciptaan Rudyard Kipling.



2. Tri Satya
3. Dasa Dharma
4. Sandi
   a. Sandi A-N
   b. Sandi A-Z
   c. Sandi Kotak 1
   d. Sandi Kotak 2
   e. Sandi Smaphore
   f.  Sandi Morse
   g. Sandi Angka
   h. Sandi Bunga
   i. Sandi Cina
   j. Sandi Jepang 1
   k. Sandi Jepang 2
   l. Sandi Jam

5. Kompas
   Kompas adalah alat untuk menetapkan/mencari arah mata angin.
Ada 2 jenis kompas yaitu:
1. Kompas Magnetik
2. Gyrocompas
   Bagian-bagian kompas:
1. Dial: permukaan yang tertera angka/huruf.
2. Visir: pembidik sasaran.
3. Kaca pembesar: melihat sasaran dan angka pada dial.
4. Jam petunjuk: menunjukan lokasi magnet bumi.
5. Tutup dial: Dengan 2 garis bersudut 45 derajat dan dapat di putar-putar.
6. Alat penggantung: menyangkutkan ibu jari tangan sewaktu-waktu melakukan pembidikan.

6. Panorama
  a. Arsiran miring untuk: pohon, semak, desa, kampung.
  b. Arsiran mendatar untuk: bebatuan, sawah atau ladang.
  c. Arsiran melengkung untuk: pegunungan dan bukit.
  d. Arsiran yang semakin jauh, maka arsirannya dibuat semakin renggang.

7. P3K
   P3K adalah pertolongan pertama pada kecelakaan.
Tujuan P3K adalah meringankan penderitaan si korban, mencegah pendarahan dan infeksi, mencegah bahaya cacat dan kematian.
Tujuan utama PPGD: penyelenggaraan PPGD bukan berarti mengobati korban.

Kelas 7G

Saya adalah murid dari kelas 7-G,Saya akan bercerita tentang keadaan kelas saya selama saya bersekolah.menurut saya kelas saya itu kelas yang berisik saya sangat terganggu saat kadaan kelas saya berisik karna saya tidak akan konsen dalam belajar ketika teman-teman saya berisik.namun  sebagian teman-teman saya tidak mengerti ketika ada  teman saya yang bilang jangan berisik.padahal pada saat itu sedang ada guru yang menjelaskan sampai-sampai ada guru yang bilang kalau kelas 7-G adalah kelas yang paling bersik, saya sebenarnya kurang nyaman dengan teman-teman saya kalau teman-teman saya berisik kita guru sedang menjelaskan.namun walaupun teman-teman saya suka berisik tetapi mereka semua teman-teman yang baik,mereka juga teman-teman saya yang kompak,dan mereka teman-teman yang tidak pelit.saya bersyukur dapat kelas di 7-G karena kelasnya paling besar,wali kelasnya baik yaitu Bu Sri Lestari.beliau adalah wali kelas yang membimbing kami dengan benar dan sabar walaupun kita suka mengecewakannya tapi beliau tetap menyemangati kita untuk bisa menjadi yang terbaik.cukup ini saja yang saya bisa ceritakan.Terima kasih

SMPN 217

saya sekolah di SMP 217 Jakarta,di blog yang ke dua  ini saya akan bercerita tentang bagaimana saya selama bersekolah di SMP 217. saya senang sekolah di 217 karna SMP 217 itu menurut saya sekolah yang bagus,selama saya bersekolah di 217 saya banyak belajar tentang berbagai ilmu dari guru-guru SMP 217.Sekolah saya pun juga bersih,namun di kelas-kelas masih agak sedikit kotor.menurut saya selama saya bersekolah di 217 sekolah saya merupakan sekolah yang disiplin dibandingkan sekolah yang lain.guru favorit saya selama saya bersekolah di 217 adalah Bu Sri Lestari,Pak Arif,Bu Sri Agustini,Bu Luluk dan Pak Tosin.mengapa saya menyukai guru-guru tersebut?karena saya selama di ajar oleh guru-guru itu saya merasa paham apa yang di jelaskan oleh guru-guru itu,apalagi bu Sri Agustini beliau menurut saya sangat bertanggung jawab dalam mengajar murid-muridnya,beliau adalah guru PKN,saya selama di ajar beliau selalu merasa paham apa yang dijelaskan beliau.bukan berarti guru-guru yang bukan saya favoritkan adalah guru-guru yang tidak baik dan tidak bagus,semua guru-guru menurut saya sangat bertanggung jawab,baik dan juga disiplin,namun guru-guru yang saya favoritkan menurut saya pribadi saya memang hanya memfavoritkan saja guru-guru tersebut.

Lingkungan sekolah

Pengertian Sekolah adalah wahana kegiatan dan proses pendidikan berlangsung. Di sekolah diadakan kegiatan pendidikan, pembelajaran dan latihan (Tu’u, 2004:18). Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu megembangkan potensinya baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional maupun sosial (Syamsu Yusuf, 2001:54).

Sedangkan lingkungan pendidikan adalah berbagai faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan atau berbagai lingkungan tempat berlangsungan proses pendidikan. Jadi lingkungan sekolah adalah kesatuan ruang dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan pengaruh pembentukan  sikap dan pengembangan potensi siswa.


Faktor-faktor dalam lingkungan sekolah
Menurut Slameto (2003:64) faktor-faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup :

a.    Metode mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar. Metode mengajar dapat mempengaruhi belajar siswa. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Agar siswa dapat belajar dengan baik,maka metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien dan efektif mungkin.

b.    Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Kurikulum yang kurang baik akan berpengaruh tidak baik pula terhadap belajar.

c.    Relasi guru dengan siswa
Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Proses ini dipengaruhi oleh relasi didalam proses tersebut. Relasi guru dengan siswa baik,  membuat siswa akan menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya.Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa dengan baik menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar.

d.    Relasi siswa dengan siswa
Siswa yang mempunyai sifat kurang menyenangkan, rendah diri atau mengalami tekanan batin akan diasingkan dalam kelompoknya. Jika hal ini semakin parah, akan berakibat terganggunya belajar. Siswa tersebut akan malas untuk sekolah dengan berbagai macam alasan yang tidak-tidak. Jika terjadi demikian, siswa tersebut memerlukan bimbingan dan penyuluhan. Menciptakan relasi yang baik antar siswa akan memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa.

e.    Disiplin sekolah
Kedisiplinan sekolah erat kaitannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan belajar.Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar, pegawai sekolah dalam bekerja, kepala sekolah dalam mengelola sekolah, dan BP dalam memberikan layanan.
Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin membuat siswa disiplin pula. Dalam proses belajar, disiplin sangat dibutuhkan untuk mengembangkan motivasi yang kuat. Agar siswa belajar lebih maju, maka harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah dan lain-lain.



f.    Alat pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat pelajaran tersebut dipakai siswa untuk menerima bahan pelajaran dan dipakai guru waktu mengajar. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan mempercepat penerimaan bahan pelajaran. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, belajar akan lebih giat dan lebih maju. Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap sangat dibutuhkan guna memperlancar kegiatan  belajar-mengajar.

g.    Waktu sekolah
Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar disekolah. Waktu sekolah akan mempengaruhi belajar siswa. Memilih waktu sekolah yang tepat akan memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar. Sekolah dipagi hari adalah adalah waktu yang paling tepat dimana pada saat itu pikiran masih segar dan kondisi jasmani masih baik.

Dari uraian di atas, indikator-indikator dalam lingkungan sekolah adalah :
disiplin sekolah
relasi guru dengan